Workshop: “Good Governance and Public Sector Reform”

Yogyakarta 02/07/2021, telah diadakan sebuah workshop internasional yang bertema “Good Governance and Public Sector Reform” oleh Royal School of Administration di Cambodia. RSA yang sudah berdiri sejak tahun 1956 merupakan salah Lembaga pelatihan publik yang memegang peran dalam meningkatkan kapasitas dan efisiensi pelayanan publik di Cambodia. Workshop ini merupakan salah satu rangkaian dari workshop sebelumnya dan bertujuan untuk menyediakan forum guna mendiskusikan dan berbagi pengalaman mengenai reformasi sektor publik dan juga pelayanan public terhadap kebutuhan masyarakat. H.E Youk Bunna selaku sekretaris tetap kementerian negara serta kepala dari Royal School of Adminstration resmi membuka acaranya pada pukul 14.00  dan langsung dilanjutkan oleh pemateri pertama yakni Dr. Prathivadi Anand yang merupakan seorang ahli kebijakan publik & pembangunan berkelanjutan dari Universitas Bradford di Inggris, beliau membawakan materi tentang gambaran mengenai  good governance dan reformasi public sektor. Yang paling membanggakan, salah satu pemateri yang ada diacara tersebut berasal dari Indonesia dan beliau adalah bapak Eko Priyo Purnomo yang merupakan direktur dari  ESI,  beliau membicarakan topik tentang E-Governance and E-Participation Based on IoT and AI: A Case Comparison of Smart Nation Singapore and Indonesia, dalam pemaparannya beliau menjelaskan bahwa hasil analisis komparatif antara Indonesia dan Singapura menunjukkan bahwa Indonesia dalam beberapa indikator pembangunan Smart City masih tertinggal jauh. Walaupun durasi workshop kali ini lumayan lama, jumlah peserta yang ikut sangatlah banyak bahkan sampai ada yang tidak bisa lagi masuk ke ruang zoom karena kapasitasnya sudah penuh, hal ini membuktikan tingginya minat orang orang dalam mempelajari topik yang sudah ditentukan tersebut.

“I am very honored because I have been given the opportunity to be a speaker at this international level workshop and this has become one of the adventure journals for my academic life and I hope that the existing relationship between all of us can continue to be established.” Ungkap prof Eko dipenghujung acara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *